
di eramuslim ada sesuatu yang menarik perhatianku. Sebuah jawaban singkat atas ketakutanku tiap akan melalukan sesuatu yang baru.
"Yakin saja pada Allahu roziquna. Allah yang memberikan rizki. Pertahankan itu. Memang ujiannya di lapangan adalah mempertahankannya. Walab luwannakum bi syai minal khouf. Dan akan duji kita semua dengan sedikit rasa takut. Ingat. Kata Allah hanya sedikit. Berarti kita harus berpaling pada yang banyak. Karena ujian rasa takut itu sedikit sementara selebihnya kita gembira. Gembira karena masih bisa bernafas yang entah harus kita bayar berapa harga oksigen ini. Gembira karena sehat yang entah berapa rupiah yang harus dikeluarkan jika kita harus terpaksa dirawat di rumah sakit. Dan masih banyak kegembiraan yang lain tentunya."
kadang aku sering lupa proses ini. Bahwa sebelum langkah ke seribu, pasti ada langkah pertama. Bahkan sebelum kita bisa berlari, kita harus jatuh dahulu untuk belajar berjalan.
ujian bagi kita
ide bisnis yang dulu...

Berbicara soal bisnis sampingan sebenarnya mulai tercetus olehku sejak aku kuliah S1 di STIE Kalbe. Beberapa teman yang aku lihat gaya hidupnya cukup tinggi ternyata tidak hanya mengandalkan gaji bulanan saja sebagai sumber pendapatannya.
Salah satu temanku berbisnis jual beli mobil en renovasi rumah. Teman lainnya mendirikan event organizer, ada juga yang bisnis kecil2an jualan di kantornya. Mungkin ada banyak lagi yang tidak sempat aku korek waktu kuliah dulu.
Pernah juga aku coba memulai usaha sampingan ini, walau masih mengikut/numpang jual di konter handphone milik adik.
Jual aksesoris HP, produksi coklat, jual buku2 en komik murah, sampai jasa design grafis.
Tapi rata2 usaha itu berguguran di tengah jalan. Menurutku sih akibat kurangnya usaha untuk mempertahankan en mengembangkan bisnis. Walau aku akui prospeknya tetap ada. Selain itu kurang fokus, terlalu banyak yang ingin diwujudkan dari suatu bisnis.
Berangkat dari kesalahan yang lalu sekarang aku sedang mencoba sebuah peluang lagi. Mudah2an aja bisa berhasil.
Idenya sih, memproduksi barang itu di rumah en menjualnya lewat internet. Seperti kata Hermawan Kertajaya, sekarang kan jamannya new wave marketing. Internet itu hampir tak berbatas.
Apa produknya?hehe..tunggu sampai samplenya jadi dulu deh. Mudah2an ngga terlalu lama. Nanti aku posting lagi disini.
Hanya saja kali ini aku berharap ide usaha ini bisa berlanjut. Soalnya semua sesuai dengan impianku. Industri yang berbasis usaha rumah tangga namun memiliki jangkauan pasar global.
Insya Allah bisa terwujud....